Jumat, 23 Agustus 2013

PENGANGGURAN

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Jenis dan macam pengangguran[sunting]

Berdasarkan jam kerja[sunting]

Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:
  • Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
  • Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  • Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

Berdasarkan penyebab terjadinya[sunting]

Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam:
  • Pengangguran friksional (frictional unemployment)
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya

Penyebab Pengangguran[sunting]

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu [[pemb

Akibat pengangguran[sunting]

Bagi perekonomian negara[sunting]

  1. Penurunan pendapatan perkapita.
  2. Penurunan pendapatan pemerintah yang berasal dari sektor pajak.
  3. Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah.

Bagi masyarakat[sunting]

  1. Pengangguran merupakan beban psikologis dan psikis.
  2. Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan, karena tidak digunakan apabila tidak bekerja.
  3. Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik.

Peringkat negara berdasar tingkat pengangguran[sunting]

Tingkat pengangguran di dunia, semakin biru semakin bagus
Ranking
berdasarkan
entitas
EntitasTingkat
pengangguran
(%)
Sumber / tanggal dari
informasi
1Flag of Andorra.svg Andorra0.00perkiraan 1996.
2Flag of Monaco.svg Monako0.002005
3Flag of Norfolk Island.svg Pulau Norfolk (Australia)0.00
4Flag of Guernsey.svg Guernsey (Britania Raya)0.90Maret 2006 est.
5Flag of Azerbaijan.svg Azerbaijan1.20perkiraan 2006 .
6Flag of Iceland.svg Islandia1.30perkiraan 2006 .
7Flag of Liechtenstein.svg Liechtenstein1.30September 2002
8Flag of the Isle of Man.svg Pulau Man (Britania Raya)1.50perkiraan Desember 2006
9Flag of Belarus.svg Belarus1.602005
10Flag of Vanuatu.svg Vanuatu1.701999
11Flag of Cuba.svg Kuba1.90perkiraan 2006 .
12Flag of Gibraltar.svg Gibraltar (Britania Raya)2.00perkiraan 2001 .
13Flag of Kiribati.svg Kiribati2.00perkiraan 1992.
14Flag of Vietnam.svg Vietnam2.00perkiraan 2006.
15Flag of Papua New Guinea.svg Papua Nugini2.002004
16Flag of Bermuda.svg Bermuda2.10perkiraan 2004.
17Flag of Thailand.svg Thailand2.10perkiraan 2006.
18Flag of the Faroe Islands.svg Kepulauan Faroe (Denmark)2.102006
19Flag of Jersey.svg Jersey (Britania Raya)2.20perkiraan 2006.
20Flag of Kuwait.svg Kuwait2.20perkiraan 2004.
21Flag of the United Arab Emirates.svg Uni Emirat Arab2.402001
22Flag of Laos.svg Laos2.40perkiraan 2005.
23Flag of Bangladesh.svg Bangladesh2.50perkiraan 2006.
24Flag of Bhutan.svg Bhutan2.502004
25Flag of Cambodia.svg Kamboja2.50perkiraan 2000.
26Flag of Singapore.svg Singapura2.70perkiraan 2006.
27Flag of Ukraine.svg Ukraina2.702006
28Flag of the United Kingdom.svg Britania Raya2.90perkiraan 2006.
29Flag of Uzbekistan.svg Uzbekistan3.002006
30Flag of Guatemala.svg Guatemala3.20perkiraan 2005.
31Flag of Qatar.svg Qatar3.20perkiraan 2006.
32Flag of Mexico.svg Meksiko3.20perkiraan 2006.
33Flag of South Korea.svg Korea Selatan3.30perkiraan Desember 2006 .
34Flag of Mongolia.svg Mongolia3.302005
35Flag of Switzerland.svg Swiss3.30perkiraan 2006.
36Flag of Malaysia.svg Malaysia3.50perkiraan 2006.
37Flag of Norway.svg Norwegia3.50perkiraan 2006.
38Flag of the British Virgin Islands.svg Kepulauan Virgin Britania Raya (Britania Raya)3.601997
39Flag of Lithuania.svg Lithuania3.70perkiraan 2006.
40Flag of Denmark.svg Denmark3.80perkiraan 2006.
41Flag of Nicaragua.svg Nikaragua3.80perkiraan 2006.
42Flag of New Zealand.svg Selandia Baru3.80perkiraan 2006.
43Flag of San Marino.svg San Marino3.802004
44Flag of the Northern Mariana Islands.svg Kepulauan Mariana Utara (Amerika Serikat)3.902001
45Flag of the Republic of China.svg Taiwan3.90perkiraan 2006.
46Flag of Brunei.svg Brunei Darussalam4.002006
47Flag of Japan.svg Jepang4.10perkiraan 2006.
48Flag of Macau.svg Makau (RRC)4.102005
49Flag of Luxembourg.svg Luksemburg4.10perkiraan 2006.
50Flag of the People's Republic of China.svg China4.202005
51Flag of Palau.svg Palau4.20perkiraan 2005.
52Flag of Ireland.svg Irlandia4.30perkiraan 2006.
53Flag of the Cayman Islands.svg Kepulauan Cayman (Britania Raya)4.402004
54Flag of Estonia.svg Estonia4.502006
55Flag of Saint Kitts and Nevis.svg Saint Kitts dan Nevis4.501997
56Flag of the United States.svg Amerika Serikat4.80perkiraan 2006.
57Flag of Australia.svg Australia4.90perkiraan 2006.
58Flag of Austria.svg Austria4.90perkiraan 2006.
59Flag of Hong Kong.svg Hong Kong (RRC)4.90perkiraan 2006.
60Flag of Namibia.svg Namibia5.30perkiraan 2006.
61Flag of Cyprus.svg Siprus5.50
62Flag of the Netherlands.svg Belanda5.50perkiraan 2006.
63Flag of Cyprus.svg Siprus5.60
64Flag of Sweden.svg Swedia5.60perkiraan 2006.
65Flag of Nigeria.svg Nigeria5.80perkiraan 2006.
66Flag of El Salvador.svg El Salvador6.00perkiraan 2006.
67Flag of Montserrat.svg Montserrat (Britania Raya)6.00perkiraan 1998.
68Flag of Romania.svg Romania6.10perkiraan 2006.
69Flag of the United States Virgin Islands.svg Kepulauan Virgin (Amerika Serikat)6.202004
70Flag of Canada.svg Kanada6.40perkiraan 2006.
71Flag of Latvia.svg Latvia6.50perkiraan Desember 2006.
72Flag of Pakistan.svg Pakistan6.50perkiraan 2006.
73Flag of Costa Rica.svg Kosta Rika6.60perkiraan 2006.
74Flag of Russia.svg Rusia6.60perkiraan 2006.
75Flag of Italy.svg Italia6.80perkiraan 2006.
76Flag of Malta.svg Malta6.80perkiraan 2005.
77Flag of Aruba.svg Aruba (Belanda)6.90perkiraan 2005 .
78Flag of Finland.svg Finlandia7.00perkiraan 2006.
79Flag of Trinidad and Tobago.svg Trinidad dan Tobago7.00perkiraan 2006.
80Flag of Germany.svg Jerman7.10perkiraan 2006.
81Flag of Peru.svg Peru7.20perkiraan 2006.
82Flag of Moldova.svg Moldova7.30perkiraan 2005.
83Flag of Armenia.svg Armenia7.40perkiraan November 2006.
84Flag of Kazakhstan.svg Kazakhstan7.40perkiraan 2006.
85Flag of Hungary.svg Hungaria7.40perkiraan 2006 .
86Flag of Sri Lanka.svg Sri Lanka7.60perkiraan 2006.
87Flag of Portugal.svg Portugal7.60perkiraan 2006
88Flag of Israel.svg Israel7.60perkiraan Januari 2007.
89Flag of Fiji.svg Fiji7.601999
90Flag of Morocco.svg Maroko7.70perkiraan 2006 .
91Flag of Bolivia.svg Bolivia7.80perkiraan 2006 .
92Flag of India.svg India7.80perkiraan 2006 .
93Flag of Chile.svg Chili7.802006
94Flag of the Philippines.svg Filipina7.90perkiraan 2006.
95Flag of Anguilla.svg Anguilla (Britania Raya)8.002002
96Flag of the Central African Republic.svg Republik Afrika Tengah8.00perkiraan 2001 .
97Flag of Belgium.svg Belgia8.10perkiraan 2006.
98Flag of Spain.svg Spanyol8.10perkiraan Oktober 2006.
99Flag of the Czech Republic.svg Ceko8.40perkiraan 2006 .
Flag of Europe.svg Uni Eropa8.50perkiraan 2006 .
100Flag of France.svg Perancis8.70perkiraan Desember 2006 .
101Flag of Panama.svg Panama8.80perkiraan 2006.
102Flag of Venezuela.svg Venezuela8.90perkiraan October 2006 .
103Flag of Greece.svg Yunani9.20perkiraan 2006 .
104Flag of Greenland.svg Greenland (Denmark)9.30perkiraan 2005 .
105Flag of Belize.svg Belize9.402006
106Flag of Paraguay.svg Paraguay9.40perkiraan 2005.
107Flag of Mauritius.svg Mauritius9.40perkiraan 2006 .
108Flag of Suriname.svg Suriname9.502004
109Flag of Brazil.svg Brasil9.60perkiraan 2006 .
110Flag of Bulgaria.svg Bulgaria9.60perkiraan 2006 .
111Flag of Slovenia.svg Slovenia9.60perkiraan 2006 .
112Flag of the Turks and Caicos Islands.svg Kepulauan Turks dan Caicos (Britania Raya)10.00perkiraan 1997.
113Flag of Argentina.svg Argentina10.20perkiraan kuarter ke 3, 2006 .
114Flag of Turkey.svg Turki10.20perkiraan 2006.
115Flag of Slovakia.svg Slovakia10.20perkiraan 2006.
116Flag of Myanmar.svg Myanmar10.20perkiraan 2006.
117Flag of the Bahamas.svg Bahama10.20perkiraan 2005 .
118Flag of Egypt.svg Mesir10.30perkiraan 2006.
119Flag of Saint-Pierre and Miquelon.svg Saint Pierre dan Miquelon (Perancis)10.301999
120Flag of Ecuador.svg Ekuador10.60perkiraan 2006.
121Flag of Barbados.svg Barbados10.70perkiraan 2003 .
122Flag of Uruguay.svg Uruguay10.80perkiraan 2006.
123Flag of Antigua and Barbuda.svg Antigua dan Barbuda11.00perkiraan 2001 .
124Flag of Colombia.svg Kolombia11.10perkiraan 2006.
125Flag of Jamaica.svg Jamaika11.30perkiraan 2006 .
126Flag of Guam.svg Guam (Amerika Serikat)11.40perkiraan 2002 .
127Flag of French Polynesia.svg Polinesia Perancis (Perancis)11.702005
128Flag of Niue.svg Niue (Selandia Baru)12.002001
129Flag of Tajikistan.svg Tajikistan12.00perkiraan 2004.
130Flag of Puerto Rico.svg Puerto Riko (Amerika Serikat)12.002002
131Flag of Grenada.svg Grenada12.502000
132Flag of Syria.svg Suriah12.50perkiraan 2005 .
133Flag of Indonesia.svg Indonesia12.50perkiraan 2006 .
134Flag of Georgia.svg Georgia12.60perkiraan 2004.
135Flag of Côte d'Ivoire.svg Pantai Gading13.001998
136Flag of Saudi Arabia.svg Arab Saudi13.00perkiraan 2004 .
137Flag of Tonga.svg Tonga13.00perkiraan Tahun anggaran 03/04 .
138Flag of the Cook Islands.svg Kepulauan Cook (Selandia Baru)13.102005
139Flag of Albania.svg Albania13.80perkiraan September 2006 .
140Flag of Tunisia.svg Tunisia13.90perkiraan 2006 .
141Flag of Saint Helena.svg Saint Helena (Britania Raya)14.00perkiraan 1998.
142Flag of Mali.svg Mali14.60perkiraan 2001.
143Flag of Poland.svg Polandia14.90perkiraan November 2006.
144Flag of Bahrain.svg Bahrain15.00perkiraan 2005 .
145Flag of Oman.svg Oman15.00perkiraan 2004 .
146Flag of Iran.svg Iran15.00perkiraan 2007 .
147Flag of Saint Vincent and the Grenadines.svg Saint Vincent dan Grenadines15.00perkiraan 2001.
148Flag of Wallis and Futuna.svg Wallis and Futuna (Perancis)15.202003
149Flag of Jordan.svg Yordania15.40perkiraan 2006 .
150Flag of Algeria.svg Aljazair15.70perkiraan 2006.
151Flag of the Dominican Republic.svg Republik Dominika16.00perkiraan 2006.
152Flag of the Netherlands Antilles (1986-2010).svg Antillen Belanda (Belanda)17.00perkiraan 2002.
153Flag of New Caledonia.svg Kaledonia Baru (Perancis)17.102004
154Flag of Croatia.svg Kroasia17.20perkiraan 2006 .
155Flag of Kyrgyzstan.svg Kirgizstan18.00perkiraan 2004.
156Flag of Sudan.svg Sudan18.70perkiraan 2002 .
157Flag of the Comoros.svg Komoro20.00perkiraan 1996 .
158Flag of Ghana.svg Ghana20.00perkiraan 1997.
159Flag of Lebanon.svg Lebanon20.00perkiraan 2006.
160Flag of Saint Lucia.svg Saint Lucia20.00perkiraan 2003.
161Flag of Mauritania.svg Mauritania20.00perkiraan 2004.
162Flag of Palestine.svg Jalur Gaza20.302005
163Flag of Palestine.svg Tepi Barat (Israel)20.302005
164Flag of Cape Verde.svg Tanjung Verde21.00perkiraan 2000.
165Flag of Gabon.svg Gabon21.00perkiraan 1997.
166Flag of Mozambique.svg Mozambik21.00perkiraan 1997.
167Flag of the Federated States of Micronesia.svg Mikronesia22.00perkiraan 2000.
168Flag of Dominica.svg Dominika23.00perkiraan 2000
169Flag of Botswana.svg Botswana23.802004
170Flag of Iraq.svg Irak25.00perkiraan 2005 .
171Flag of Mayotte (local).svg Mayotte (Perancis)25.402005
172Flag of South Africa.svg Afrika Selatan25.50perkiraan 2006.
173Flag of Montenegro.svg Montenegro27.702005
174Flag of Honduras.svg Honduras27.90perkiraan 2006.
175Flag of American Samoa.svg Samoa Amerika (Amerika Serikat)29.802005
176Flag of Cameroon.svg Kamerun30.00perkiraan 2001.
177Flag of Equatorial Guinea.svg Guinea Khatulistiwa30.00perkiraan 1998 .
178Flag of Libya.svg Libya30.00perkiraan 2004 .
The Earth seen from Apollo 17.jpg Bumi30.00perkiraan 2006.
179Flag of the Marshall Islands.svg Kepulauan Marshall30.90perkiraan 2000.
180Flag of Serbia.svg Serbia31.60perkiraan 2005 .
181Flag of Yemen.svg Yaman35.00perkiraan 2003.
182Flag of Macedonia.svg Makedonia36.00perkiraan September 2006 .
183Flag of Afghanistan.svg Afganistan40.00perkiraan 2005 .
184Flag of Swaziland.svg Swaziland40.00perkiraan 2006.
185Flag of Kenya.svg Kenya40.00perkiraan 2001.
186Flag of Nepal.svg Nepal42.00perkiraan 2004 .
187Flag of Lesotho.svg Lesotho45.002002
188Flag of Bosnia and Herzegovina.svg Bosnia and Herzegovina45.50perkiraan 31 Desember 2004 .
189Flag of Senegal.svg Senegal48.00perkiraan 2001 .
190Flag of Djibouti.svg Djibouti50.00perkiraan 2004 .
191Flag of Zambia.svg Zambia50.00perkiraan 2000.
192Flag of East Timor.svg Timor Leste50.00perkiraan 2001
193Flag of the Cocos (Keeling) Islands.svg Kepulauan Cocos (Keeling) (Australia)60.00perkiraan 2000
194Flag of Turkmenistan.svg Turkmenistan60.00perkiraan 2004
195Flag of Zimbabwe.svg Zimbabwe80.00perkiraan 2005
196Flag of Liberia.svg Liberia85.00perkiraan 2003
197Flag of Nauru.svg Nauru90.00perkiraan 2004

Kebijakan-Kebijakan Pengangguran[sunting]

Adanya bermacam-macam pengangguran membutuh-kan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sebagai berikut.

Cara Mengatasi Pengangguran Struktural[sunting]

Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :
  • Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja.
  • Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sektor ekonomi yang kekurangan.
  • Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
  • Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.

Cara Mengatasi Pengangguran Friksional[sunting]

Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut.
  • Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya.
  • Deregulasi dan debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru.
  • Menggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industry.
  • Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.
  • Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatanjalan rayaPLTUPLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.

Cara Mengatasi Pengangguran Musiman[sunting]

Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara sebagai berikut.
  • Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain, dan
  • Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.

Cara Mengatasi Pengangguran Siklis[sunting]

Untuk mengatasi pengangguran jenis ini antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut.

  • Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan
  • Meningkatkan daya beli masyarakat.[1]


                                       http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
                                                 Sumber : 

Selasa, 20 Agustus 2013

KELOMPOK 1

KETUA        : HASRI RAMADHAN

ANGGOTA

  • DELFIRA AZHARI
  • HERIYANTO
  • MAYANK ANGGRENI
  • RAMON SEMBIRNG
  • PUJI ASTIKA PUTRI LUBIS
  • WIDYA RACHMA

KEMACETAN LALULINTAS

Kemacetan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kemacetan di Jakarta.
Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintasyang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publikyang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta dan Bangkok.
Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di JakartaBalikpapanSurabaya,BandungMedan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Daftar isi

  [sembunyikan

Penyebab kemacetan[sunting]

Kemacetan dapat terjadi karena beberapa alasan:
  • Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan
  • Terjadi kecelakaan terjadi gangguan kelancaran karena masyarakat yang menonton kejadian kecelakaan atau karena kendaran yang terlibat kecelakaan belum disingkirkan dari jalur lalu lintas,
  • Terjadi banjir sehingga kendaraan memperlambat kendaraan
  • Ada perbaikan jalan,
  • Bagian jalan tertentu yang longsor,
  • Kemacetan lalu lintas yang disebabkan kepanikan seperti kalau terjadi isyarat sirene tsunami.
  • Karena adanya pemakai jalan yang tidak tahu aturan lalu lintas, spt : berjalan lambat di lajur kanan dsb.
  • Adanya parkir liar dari sebuah kegiatan.
  • Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.
  • Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas

Dampak negatif kemacetan[sunting]

Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain disebabkan:[rujukan?]
  • Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah
  • Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah,
  • Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi,
  • Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal,
  • Meningkatkan stress pengguna jalan,
  • Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulanspemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya

Pemecahan permasalahan kemacetan[sunting]

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehensif yang biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

Peningkatan kapasitas[sunting]

Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti:
  1. Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan,
  2. Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah,
  3. Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan.
  4. Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak sebidang/flyover,
  5. Mengembangkan inteligent transport sistem.

Keberpihakan kepada angkutan umum[sunting]


Jalur Bus Transjakarta (Busway)
Untuk meningkatkan daya dukung jaringan jalan dengan adalah mengoptimalkan kepada angkutan yang efisien dalam penggunaan ruang jalan antara lain:
  1. Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum
  2. Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Jakarta dikenal sebagai Busway,
  3. Pengembangan kereta api kota, yang dikenal sebagai metro di Perancis, Subway diAmerikaMRT di Singapura
  4. Subsidi langsung seperti yang diterapkan pada angkutan kota di Transjakarta, Batam ataupun Jogjakarta maupun tidak langsung melalui keringanan pajak kendaraan bermotor, bea masuk kepada angkutan umum,

Pembatasan kendaraan pribadi[sunting]

Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrem sebagai berikut:
  1. Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP). ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura, London, Stokholm. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya,
  2. Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.
  3. Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu, seperti diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagaikawasan 3 in 1 atau contoh lain pembatasan sepeda motor masuk jalan tol, pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway.
                                                                         Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kemacetan

Kamis, 01 Agustus 2013

KORUPSI





Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dijerat sebagai tersangka kasus korupsi dan pencucian uang di Pengadilan Tiipikor, Jakarta, Senin (24/6/2013). (JIBI/SOLOPOS/Antara)
JAKARTA —Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq bukan hanya dijerat UU Korupsi atas kasus suap pengurusan penambahan impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Ia juga dijerat Jaksa Penuntut Umum didakwa UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Dasar dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rini Triningsih dan Afni Karolina yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6/2013) itu adalah karena mereka menduga Luthfi Hasan dan Ahmad Fathanah sengaja menempatkan, mentransfer, membayarkan atau membelanjakan, menghibahkan, menitipkan harta kekayaan yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana, baik perbuatan itu atas nama sendiri atau nama pihak lain. Menurut JPU uang yang diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi adalah dana yang tersimpan pada rekening koran Bank BCA Nomor 2721291539, rekening koran Bank BCA Nomor 2721400991 dan rekening giro Bank BCA Nomor 0053494541, baik nama sendiri atau atas nama pihak lain.
Selain itu, Luthfi Hasan dan Ahmad Fathanah juga diduga membayarkan atau membelanjakan sejumlah uang untuk kendaraan bermotor dan properti berupa satu unit mobil Nissan Frontier berpelat nomor B 9051 Q1, satu bidang tanah dan rumah di Cipanas, Jawa Barat serta lima bidang tanah di Leuwiliang Bogor, Jawa Barat. “Harta kekayaan itu sengaja tidak dicantumkan dalam dokumen laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) yang dibuat terdakwa pada 2003 dan perubahannya pada 2009,” ungkap Jaksa.
Jaksa menduga Luthfi Hasan Ishaaq sengaja menyamarkan keberadaan dana hasil korupsinya. Dipaparkannya, harta kekayaan tersebut tidak dimasukkan dalam LHKPN dengan maksud untuk disembunyikan atau disamarkan asal usulnya karena tidak sesuai dengan profil penghasilan Luthfi Hasan selaku anggota DPR periode 2004-2009 sehingga patut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi.
Berdasarkan berita negara diketahui pada 2003, Luhfi Hasan hanya memiliki kekayaan sebesar Rp381 juta. Sedangkan pada 2009 kekayaannya menjadi Rp1,06 miliar.
Dalam periode pelaporan LHKPN disebutkan Luthfi Hasan tidak memiliki sumber penghasilan lain kecuali berasal dari gaji dan tunjangan selaku anggota DPR sebesar Rp58 juta sebagai pendapatan per bulan atau Rp707juta per tahun. LHKPN itu juga menyebutkan pengeluaran per tahun adalah Rp764 juta.
Selain itu, selaku Presiden PKS, Luthfi Hasan mendapat tunjangan sebesar Rp20 juta per bulan, namun selaku anggota DPR dari PKS diwajibkan membayar iuran anggota PKS sesuai jabatan dan kedudukannya sebesar Rp10 juta per bulan.
Menurut Jaksa, Luhfi Hasan hanya mencantumkan beberapa rekening bank dan kartu kredit, padahal terdakwa memiliki beberapa rekening bank dan kartu kredit lainnya.